.:: Menangislah, selagi engkau masih bisa menangis ::.

January 7, 2012 at 2:24 pm Leave a comment

Sahabatku, mungkin ada diantara kita yang menganggap bahwa air mata adalah tanda kelemahan. Padahal tidaklah seperti itu sejatinya. Air mata adalah salah satu nikmat dari Allah yang diciptakan untuk kita. Allah menciptakan air mata agar kita bisa menangis, karena bukan hanya bahagia yang ada di dunia, tetapi ada juga duka lara.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 155)

Rasulullah pun pernah menangis,
Dalam sirah diriwayatkan bahwa beliau mencucurkan air mata saat mencium putranya Ibrahim, ketika menghembuskan nafas yang terakhir. Melihat air mata nabi yang tak terbendung, Abdurrahman bin Auf tercengang dan berkata, ”Engkau menangis wahai Rasul”. Nabi menjawab, ” ‘Wahai putra Auf, sesungguhnya air mata itu kasih sayang”, lalu beliau bersabda: “‘Sesungguhnya air mata mengalir, dan hati pun bersedih, namun kami tidak akan berkata kecuali yang diridhai Allah. Wahai anakku Ibrahim, sungguh kami sedih atas perpisahan ini”.

Umar bin Khatab pun juga menangis,
Abdullah bin Syadad menceritakan bahwa ia mendengar suara Umar bin Khatab menangis dalam sholat ketika ia membaca ayat, ‘Innamaa asykuu batstsii wa huznii ilallah ‘Sesungguhnya aku hanya mengadukan duka dan kesedihanku kepada Allah’.”


Sahabatku, demikianlah Rasulullah dan Umar bin Khatab menangis. Mereka menangis karena kesedihan yang mereka alami. Mereka mengadukan duka dan kesedihan hanya pada Allah semata, karena hanya Allah lah yang paling tahu kondisi kita. Akan tetapi, didalam menerima cobaan maupun musibah, kita dilarang untuk meratapinya, dilarang mencaci atas duka yang kita rasakan, karena hal tersebut bisa mendatangkan murka Allah. Hanya air mata yang membuat kita semakin dekat dengan Allah saja lah yang diperbolehkan. Air mata yang membuat kita sadar bahwa sesungguhnya kita ini adalah lemah dan butuh pertolongan dari Allah.

Dalam Al-Qur’an kita jumpai kata-kata menangis, atau cucuran airmata disebut beberapa kali. Terkadang menggambarkan kesedihan atas kematian (44:29), atau kekhawatiran atas ancaman Allah (53:60). Terekam pula airmata saudara-saudara Nabi Yusuf AS saat mengelabuhi ayahnya, Nabi Ya’qub AS (12:16). Tangis sedu lagi khusyu’ sebagai manifestasi iman kepada Allah SWT (17:107 dan 19:58). Curahan airmata dibarengi dengan kesaksian terhadap kebenaran wahyu ilahi (5:83). Tergambar pula tangisan suatu kelompok yang bersedih hati karena harus tertinggal dari suatu peperangan dijalan Allah (9:92).

Tetesan air mata bisa membuat hati kita lebih tenang tatkala menerima cobaan. Ia bisa menjadi obat lara bagi hati kita. Ia pun bisa membuat hati kita yang keras menjadi lembut kembali. Bahkan ada pula air mata yang membawa pemiliknya terhindar dari siksa neraka, yakni air mata orang yang takut kepada Allah, air mata orang yang bertaubat atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Ibnu Abbas berkata , saya mendengar Rasulullah berkata: ” Dua mata yang tidak bisa disentuh api Neraka adalah mata yang menangis dikeheningan malam karena takut kepada Allah, dan mata yang berjaga dimalam hari karena membela agama Allah” (HR Tirmidzi dan Abu Na’im)

Sungguh, bahasa airmata secara jelas menyampaikan pesannya, “Ya Allah, aku datang memohon ampunan dan mengharapkan rahmat-Mu. Ya Allah, berilah aku kekuatan untuk mengikuti jejak Rasul-Mu”.

Mari kita merenung bersama, apa yang menjadikan airmata kita melaju. Apakah hanya terbatas ketika sedih karena kehilangan, depresi karena frustasi, atau ketidakberdayaan karena jalan buntu? Masih tertinggalkah tetesan airmata saat mendengar peringatan Allah, atau mengenang perjuangan rasul-rasul Nya? Semoga demikian.

Wahai sahabatku, untuk itu marilah kita menangis, menangis atas dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, selagi Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk menangis di dunia ini. Jangan sampai kita menangis kelak di akhirat karena dosa-dosa yang akan menghinakan kita, Astaghfirullah… Naudzubillah.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tiada illah selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu dan aku selalu berusaha menepati ikrar dan janjiku kepada-Mu dengan segenap kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmat-Mu yang tercurah kepadaku; dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan. Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Amin

Entry filed under: AKHLAQ. Tags: .

.:: Selamat Jalan Kenangan ::. .:: Adalah Engkau …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Archives

Jangan Lupa Shalat Ya!

Guest

  • 120,998 pengunjung

Hijri Calender

Yahoo Messenger

Save Palestine

More Photos

Waiting For

1st wedding anniversaryJune 6th, 2015
Alhamdulillah . . . ^^

Masukkan email anda

Join 1 other follower

My Location

08564752xxxx
Keep Istiqomah !

Calendar

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

My Profile

arif dwi prasetyo

arif dwi prasetyo

I am a simple man who like the simplicity

View Full Profile →

Member of The Internet Defense League


%d bloggers like this: