.:: Remaja Islam dan Valentine’s Day ::.

February 12, 2010 at 7:45 am 1 comment

VD atau Valentine’s Day, pernah dengar soal ini? Pastinya dong. Hampir semua temen-temen remaja tahu soal Valentine’s Day. Orang bilang, Valentine’s Day yang diperingati setiap 14 Februari ini adalah hari kasih sayang, perhatian dan cinta. Biasanya, cinta diungkapkan dengan memberi hadiah berupa coklat atau kartu. Tapi realitanya, sedikit banget yang ngerayain Valentine’s Day hanya dengan ngasih coklat. Kebanyakan menjadikan Valentine’s Day sebagai hari raya tembak-tembakan! Maqsudnya?
Iya, Valentine’s Day dianggap sebagai hari yang pas untuk nembak, alias menyatakan cinta kepada yang ditaksir. Bagi yang udah pacaran, buanyak sqali yang menjadikan hari itu sebagai moment untuk memberi pasangan ‘hadiah spesial’. Mulai dari pelukan, ciuman hingga menyerahkan keperawanannya! Dan ini fakta sodara-sodara, udah umum dikalangan remaja. Wah-wah, hari kasih sayang atau hari maksiat nih?
Nah, sebagai muslim and muslimah, kita harus kritis dong. Kalau ikutan maksiatnya sih, tentu kita semua tahu kalau itu kagak boleh. Tapi kalau cuma kasih hadiah doang apa ngga boleh?
Kita juga musti tahu, Valentine’s Day itu sejarahnya gimana sih? sebab konon, Valentine’s Day itu merupakan salah satu hari raya agama lain, bukan dari islam.
Mau tahu gimana sejarah Valentine’s Day dan pandangan islam soal ini. Jangan liat kemana-mana! Pantengin yang berikut ini…Check it out!

• The History of Valentine’s Day
Ada beberapa versi yang menyebutkan asal muasal Valentine’s Day
1. Versi Pertama
Valentine’s Day ditengarai berasal dari sebuah perayaan bernama Lupercalia, sebuah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13 – 18 Februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love), juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan Srigala.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa kristiani. Diantara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat : The Encyclopedia Britannica, sub judul : Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M, Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St Valentine, salah seorang pendeta yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat : The World Book Encyclopedia 1998)
2. Versi Kedua
Menceritakan tentang seorang santo atau pendeta bernama Valentine. Konon, dia adalah pendeta yang melayani Kaisar Claudius II. Suatu ketika, Kaisar Claudius II menetapkan wajib militer bagi para pemuda. Kaisar juga menetapkan para peserta wajib militer yang masih bujang tidak sah menikah selam masa wajib militer. Kaisar juga beranggapan, bahwa tentara yang masih bujang bisa jauh lebih kuat dan tabah di medan peang. Dalam sumber lain, Kaisar memang secara terang-terangan melarang para pemuda untuk menikah.
Akan tetapi, secara diam-diam St. Valentine malah menikahkan beberapa pasangan muda-mudi. Namun tindakannya dapat terendus istana dan diketahui Kaisar. kontan saja, Sang kaisar pun murka. Akhirnya, St. Valentine divonis mati oleh Kaisar. Ia dihukum gantung pada tanggal 14 Februari 269 M (lihat : The World Book Encyclopedia, 1998).
3. Versi ketiga
Dulu kala hiduplah seorang bernama Valentinus. Ia lahir pada 14 Februari. Semasa hidupnya, ia senang sekali membuat kerajinan tangan berbentuk hati, dengan tulisan ” Yesus mengasihimu”. Ia terus membuat kerajinan tangan ini dan membagi-bagikannya kepada orang-orang yang dijumpainya.
Pada masa itu, kekristenan sedang ditindas, para uskup dan pendeta ditangkap dan dimasukkan ke penjara, termasuk uskup Valentinus. Tetapi, meski sudah dipenjara, hobinya membuat simbol hati tetap saja dilanjutkan. Kali ini ia membagikannya kepada orang-orang yang ada di penjara itu hingga meninggal di sana. Akhirnya, untuk mengenang jasa Uskup Valentinus, mereka sepakat untuk meneruskan hobi uskup Valentinus. Hal ini terus berlangsung sampai mereka keluar dari penjara. Kabar ini sampai kepada raja yang memerintah saat itu, dan akhirnya ditetapkanlah tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang atau Valentine’s Day.
Versi Lainnya
Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopedia, 1908), nama Valentinus bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yaitu :
Seorang pastur di Roma; Seorang Uskup Interamna (Modern Terni); Seorang Martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahu 496 M, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini. Namun, hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun, pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu hingga kini.
Nah, sobat semua, tu dia sejarahnya. Gimana, pusingkan? Soalnya dari dulunya emang gak jelas gitu. Kalau mau nambah referensi, search aja di internet. Whatever, Valentine’s Day bukanlah berasal dari islam. Ikut ngerayain Valentine’s Day gak ada bedanya dengan natalan, nyepian, waisakan de el el.
Islam menyoroti Valentine’s Day
Kita udah tau kalau Valentine’s Day ternyata adalah salah satu hari raya umat Nasrani. Emangnya ngga’ boleh ya ikut ngeramein hari raya agama lain? Kalau cuma sedikit aja gimana?
Jadi begini temen-temen. Dulu para sahabat Nabi ada yang masih ngerayain hari raya jahiliyah. Padahal mereka udah masuk islam. Saat Nabi tahu, beliau menegur mereka seperti dalam hadits berikut,
‘Saat Rasulullah datang ke Madinah, Beliau melihat penduduk Madinah bersuka ria dalam dua hari. Kemudian Rasulullah bertanya : ” Hari apa dua hari itu? ” Para sahabat menjawab : ” Dua hari tadi adalah hari dimana kami bermain-main dan bersuka cita di masa jahiliyah! ” Maka bersabdalah Rasulullah : Sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian : Iedul Adha dan Iedul Fithri ” (HR. Abu Dawud).
Islam adalah dien (agama) yang sempurna dan mulia. Karenanya umat islam tidak boleh membebek alias ikut-ikutan melaksanakan ritual agama lain, termasuk perayaan hari raya. Sebab hal itu bisa mengindikasikan adanya loyalitas atau kecintaan pada yang diikuti. Benar atau tidak sejarah Valentine’s Day, yang jelas Valentine’s Day bukan berasal dari Islam. Valentine’s Day adalah hari raya kaum Nasrani. Kita umat Islam dilarang meniru ritual, ibadah atau perayaan agama lain.
Abdullah bin Umar meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda : ” Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia menjadi bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud)
Jadi mau sedikit atau banyak, cuma pake sepotong coklat atau sekarung kartu ucapan, sama aja. Intinya bukan seberapa dan pada siapa kita merayakan, tapi keikutsertaan itulah yang dilarang. Kurang yakin ?? Kita simak fatwa dan nasehat para ulama berikut ini.
Fatwa Ulama
Ibnu Taimiyah berkata : ” Tidak halal bagi umat islam meniru apa saja yang merupakan ciri khas hari raya mereka (orang kafir), baik makanan, pakaian, mandi, menyalakan api, meninggalkan kegiatan keseharian baik pekerjaan maupun ibadah, dan tidak boleh melakukan makan-makan, memberi hadiah, atau menjual barang-barang yang dipakai untuk merayakan hari besar mereka, tidak boleh juga membiarkan anak-anak ikut bergembira atau berpakaian yang bagus. Tegasnya, pada waktu hari raya orang kafir, umat islam tidak boleh melakukan acara khusus, akan tetapi melakukan aktifitas sebagaimana hari-hari biasa. ” (lihat majmu’ fatawa 52/923)
Abu Hafsh al Hanafi berkata, ” Barangsiapa yang menghadiahkan sebuah telur kepada orang musyrik karena mengagungkan hari raya mereka, maka ia telah melakukan kekafiran.” (Fathul Bari 2/315)
Tuh kan? Sampai sedetil itu. Soalnya ini menyangkut penjagaan akidah fren, keyakinan. Mengikuti dan merayakan hari raya orang kafir akan menumbuhkan rasa cinta, simpati hingga menganggap apa yang dimiliki orang kafir jauh lebih baik. Hal ini akan merembet pada hal-hal lain. hingga akhirnya keimanan kita terkikis dan semakin dangkal.
Fatwa dari Syaikh Utsaimin
Tidak boleh merayakan Valentine’s Day atau yang dalam bahasa Arab disebut Yaumul Hubb atau Hari Cinta, karena sebab-sebab berikut,
Pertama, itu adalah hari raya bid’ah, tidak ada dasarnya dalam syari’at.
Kedua, umat akan melakukan hal yang tidak bermanfaat. Karena itu, pada hari tersebut tidak boleh ada simbol-simbol perayaan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah, ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa mulia dan bangga dengan agamanya dan tidak merendahkan diri dengan menuruti setiap ajakan yang ada. Semoga Allah SWT melindungi kaum muslimin dari setiap fitnah. (dinukil dari fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin, tanggal 5/11/1420 H yang beliau tandatangani)


Fatwa dari Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyah wal Ifta’
Berdasarkan dalil-dalil dari Alquran dan As-sunnah, para pendahulu umat sepakat menyatakan bahwa hari raya dalam islam hanya ada dua, yaitu Iedul Fithri dan Iedul Adha, selain itu, semua hari raya yang berkaitan dengan seseorang, kelompok, peristiwa atau lainnya adalah bid’ah. Kaum muslimin tidak boleh melakukannya, mengakuinya, menampakkan kegembiraan karenanya dan membantu terselenggaranya, karena perbuatan ini merupakan perbuatan yang melanggar batas-batas Allah. Jika hari raya itu merupakan simbol orang-orang kafir, maka melakukan hal tersebut di atas merupakan dosa, karena dengan begitu berarti telah bertasyabbuh (menyerupai) mereka dan menjadi tanda kecintaan pada mereka, padahal Allah SWT telah melarang kaum mukminin bertasyabbuh.
Valentine’s Day termasuk jenis yang disebutkan tadi, karena merupakan hari raya Nasrani. Maka seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak boleh melakukannya, mengakuinya atau ikut mengucapkan selamat, bahkan seharusnya meninggalkannya dan menjauhinya sebagai sikap taat terhadap Allah dan RasulNya serta untuk menjauhi sebab-sebab yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah dan siksaNya. Lain dari itu, diharamkan atas setiap muslim untuk membantu penyelenggaraan hari raya tersebut dan hari raya lainnya yang diharamkan, baik berupa makanan, minuman, penjualan, pembelian, produk, hadiah, surat, iklan dan sebagainya. Karena semua ini termasuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan maksiat terhadap Allah dan RasulNya, sementara Allah SWT berfirman,
Artinya ” Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Al-Ma’idah : 2)
Dari itu hendaknya setiap muslim berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah dalam semua kondisi, lebih-lebih pada saat terjadinya fitnah dan banyaknya kerusakan. [dinukil dari Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyah wal Ifta’ (21203) tanggal 22/11/1420 H] (Fatwa-Fatwa Terkini, Darul Haq)
Nah, udah jelas kan?
Kesimpulannya, Valentine’s Day adalah hari raya non muslim yang kita sama sekali nggak boleh ikut-ikutan merayakan. Tapi biasanya kalo udah jadi tren gini, kita sering nggak bisa (atau mungkin nggak mau) membedakan, tren ini baik atau buruk, sesuai syari’at atau maksiat, bermanfaat atau sia-sia de el el. Pokoknya, asal tren, keren, gaul, ngikut aja.
Dengan semua nasehat para ulama tadi, mestinya udah cukup untuk menjadi alasan buat kita untuk tidak ikut Valentine’s Day. Masalahnya, biasanya banyak diantara kita yang meski udah tau tapi tetep aja ikut-ikutan. Alasannya? Takut dibilang ngga’ gaul, ngaa’ keren, kuper, ndeso de el el. Nah kalo begini, persepsi atau cara pandang kitalah yang harus diubah.
Mestinya, sosok remaja yang keren bagi kita adalah yang berprestasi dunia akhirat. Kalaupun prestasi dunianya biasa-biasa aja, yang penting ibadah tetep terjaga. Bisa menjaga diri agar tidak hanyut dalam pergaulan rusak, itu juga hebat!
Masa muda jangan cuma dihabisin buat mikirin pacar. Ntar kalo udah punya pacar, pusing mikirin cara agar si dia seneng, padahal duit dari ortu terbatas. Kalo udah lama pacaran dan bosen, mumet cari cara buat mutusin dan cari gebetan baru. Itu lingkaran setan bos, jangan sampai terjebak. Kamu bakal lelah, tapi ngga’ ada yang bisa kamu dapat (selain dosa dan pala pusing). Senang sedikit sih iya. Tapi waktu muda kita terbuang percuma. Prestasi sekolah kosong, ibadah nol, dosa jadi makin penuh daftarnya. Rugi banget kan?
Seperti yang ane bilang diawal, Valentine’s Day udah jadi ajang maksiat. Ada yang pesta-pesta, dilanjutkan dengan pacaran massal, ada juga yang niru orang barat, ngadain pesta ciuman sampai pada akhirnya melakukan perzinaan. Waduh ampun deh, na’udzubillah mindzalik. Ikut merayaknnya dikit aja udah ngga’ boleh, apalagi ditambah begituan, Dobel dosanya, ya to?
Buat sobat cowok atau ikhwan, jangan sampai terjangkit virus VD dengan mencoba berbagai hal untuk meramaikan tradisi jahiliyah itu. Apalagi ditambah dengan aksi gaul bebas yang menjurus kedalam perzinaan. Kuatkan anti virusmu, up date dan perbaharui terus dengan membaca buku islami dan ikutan pengajian.
Buat yang cewek atau akhwat juga. Jangan mudah jatuh luluh saat dipanah oleh si dia meski di tanggal 14. Kamu harus waspada, dia masih punya banyak panah cinta yang bisa ditembakkan buat siapa aja dan kapan saja. Rela dipeluk, dicium dan yang lebih dari itu? No Way !!!! (kalau kurang, tambahin sendiri tanda serunya). Jangan sampai deh!
Ingat, dia bukan siapa-siapa. Kalau sekarang kamu rela diapa-apain, maka jangan salahkan kalo besok suami kamu juga udah ngga’ suci lagi alias dulu juga pernah ngapa-ngapain cewek lain. hih takutkan?
Nah sobat, udah ga zaman lagi untuk sekedar ngikut dan males berpikir tentang segala hal. Buang Valentine’s Day dari benak dan aktivitas kita. Ganti ama kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan berpahala. Jangan korbankan masa remajamu untuk hura-hura apalagi main-main semata. Karena hidup bukan permainan. Ayo semangat dan raihlah prestasi setinggi-tingginya!

Adopted from :
penulis : Taufik Anwar (Majalah Ar- risalah)
Diterbitkan atas hasil kerjasama :
FKAM (0271-7976210); PUSQBA (0271-5843810) dan pesantren Mahasiswa al Ausath (0271-5845534)

Entry filed under: AKHLAQ. Tags: , , , .

.:: ULIL ALBAB ::. Gadis Jujur . . .

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Archives

Jangan Lupa Shalat Ya!

Guest

  • 120,998 pengunjung

Hijri Calender

Yahoo Messenger

Save Palestine

More Photos

Waiting For

1st wedding anniversaryJune 6th, 2015
Alhamdulillah . . . ^^

Masukkan email anda

Join 1 other follower

My Location

08564752xxxx
Keep Istiqomah !

Calendar

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Dec »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

My Profile

arif dwi prasetyo

arif dwi prasetyo

I am a simple man who like the simplicity

View Full Profile →

Member of The Internet Defense League


%d bloggers like this: